Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts

Awas, Keamanan Palsu Facebook Berbahasa Indonesia


Pernah mendapat notifikasi yang menyatakan bahwa akun Facebook Anda tidak aman? Jika jawaban Anda adalah "ya", sebaiknya waspadalah.

Vendor keamanan Symantec, dalam laporannya telah mengamati sebuah website phishing yang memalsukan merek Facebook dan mengklaim sebuah peringatan dari sistem keamanan Facebook.

Ironisnya, halaman phishing tersebut dibuat dalam bahasa Indonesia dan tentunya menargetkan pengguna Facebook yang ada di Indonesia.

Situs phishing tersebut mengusung judul "Pembatalan Pemblokiran Account". Jadi, halaman tersebut menyatakan bahwa akun si pengguna telah dilaporkan oleh pengguna lain atas pelanggaran aturan keamanan.

Halaman phishing tersebut juga memperingatkan bahwa pengguna harus mengkonfirmasi identitas mereka dalam waktu 24 jam. Caranya dengan memberikan kredensial login, dan apabila pengguna tidak melakukannya, maka sistem keamanan akan menutup akun tersebut secara permanen. Adapun informasi penting yang diminta adalah alamat email, password, dan tanggal lahir pengguna.

Yang menjadi jebakan adalah pesan tersebut dirancang seolah-olah benar dikirim dari sistem keamanan Facebook. Padahal, situs tersebut diciptakan dengan motif untuk mencuri kredensial pengguna. Jadi, setelah pengguna memasukkan kredensial, halaman phishing kembali error dan menyatakan bahwa informasi yang dimasukkan tidak valid.

Jika kredensial tersebut dimasukkan kembali untuk kedua kalinya, halaman phishing akan mengarahkan ke situs Web Facebook yang sah. Situs phishing tersebut disinyalir berasal dari sebuah situs penyedia Web gratis. Jadi, tetap waspadalah.


Sumber : infokomputer

Ponsel Play Station Siap Beredar


Ponsel pintar Xperia Play kini resmi diperkenalkan Sony Ericsson. Ponsel Play Station itu siap dirilis ke pasar pada 13 Februari mendatang. Menurut perusahaan joint venture itu, melalui Facebook page dan sejumlah iklannya,Xperia Play akan mengadopsi Google Android sebagai sistem operasinya. Smartphone ini juga menjadi ponsel pintar pertama yang memenuhi standar PlayStation Certified.

Dengan standar ini, seperti dilansir Sony Ericsson, pengguna dapat menggunakan Xperia Play untuk memesan dan memainkan game-game PlayStation untuk ponsel maupun untuk tablet PC.

Selain memiliiki spesifikasi yang setingkat dengan Sony PSP, Xperia Play dilengkapi dengan layar LCD multi-sentuh sebesar 4-inci dengan resolusi 854 x 480 piksel plus chipset Qualcomm MSM8655.

Peluncuran Xperia Play sekaligus menandai kerja sama antara Sony Ericsson dan perusahaan induk Sony PlayStation grup untuk pertama kalinya di bidang pengembangan produk.

Adapun fitur dan spesifikasi Sony Ericsson Xperia Play adalah sebagai berikut:

Jaringan Selular

GSM 850/900/1800/1900

Dimensi dan berat

-

Layar

LED-backlit LCD capacitive touchscreen, 16 juta warna

Ukuran layar

  • 4,2 inci, 480 x 854 piksel
  • kontrol game dengan sentuhan sensitif
  • tombol-tombol yang persis dengan Sony PSP
  • sensor accelerometer untuk rotasi otomatis
  • sensor proximity untuk mematikan layar secara otomatis

Memori

  • 380MB (RAM)
  • 315MB (storage)
  • memory card up to 32GB

Konektivitas

  • HSDPA ; HSUPA
  • Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA
  • Bluetooth 2.1 A2DP
  • microUSB v2.0

Kamera

5 MP, 2592 x 1944 piksel, autofocus, flash LED

Video

Ada, WVGA

OS

Android OS 2.3 Gingerbread

CPU

1 GHz processor

Radio

-

Browser

WAP 2.0 /xHTML/HTML

GPS

Ada, A-GPS support

Fitur

  • Java (aplikasi pihak ketiga)
  • Active noise cancellation with dedicated mic
  • Kompas digital
  • MP4/H.263/H.264/WMV player
  • MP3/eAAC+/WMA/WAV player
  • Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Calendar, Google Talk
  • Integrasi Facebook and Twitter
  • Voice memo
  • Predictive text input

Baterai

1500 mAh

Harga

-


Sumber: vivanews

Enam Kesalahan Di Facebook Picu Pemecatan


Sebuah survei terbaru dari perusahaan keamanan Proofpoint menemukan tujuh persen perusahaan telah memecat karyawannya karena aktivitasnya di situs media sosial seperti Facebook dan Twitter. Dua puluh persen perusahaan "menghukum" karyawannya yang melanggar disiplin kantor karena "terlalu sibuk" mengurusi jejaring sosialnya.

Survey inilah yang menginspirasi Megale untuk membuat sebuah grup di Facebook bernama, "Dipecat Karena Facebook." Dari grup itu terpilih enam jenis postingan di Facebook atau Twitter yang menyebabkan penggunanya menjadi pengangguran.

1. Posting berisi komentar negatif tentang pekerjaan atau perusahaan Anda.
Sebaiknya tidak melampiaskan kekesalan terhadap kebijakan di kantor melalui situs jejaring sosial karena masalah itu akan diketahui orang banyak dan mempengaruhi citra Anda dan perusahaan tentunya.

2. Membela Bos Anda mati-matian dalam "perseteruan" online.
Ini adalah kebalikan dari saran sebelumnya. Meskipun Anda merasa tidak ada masalah dengan komentar yang diposting, namun sadarilah apabila Anda bukan juru bicara perusahaan yang profesional. Sehingga bisa saja komentar tersebut justeru merugikan perusahaan.

3. Membeberkan rahasia perusahaan.
Apabila Anda mengetahui rahasia perusahaan Anda, sebaiknya jangan membeberkanya ke situs jejaring sosial. Misalnya, perusahaan akan mengusulkan beberapa nama untuk di-PHK dalam waktu dekat, sebaiknya konfirmasikan terlebih dahulu spekulasi itu di internal perusahaan.

4. Menyembunyikan identitas dan berpura-pura menjadi orang lain.
Etikanya, seorang karyawan tentunya tak perlu menyembunyikan identitas atau hubungannya dengan perusahaan tempatnya bekerja.

5. Mengeksplorasi kehidupan pribadi sampai kegiatan rekreasi.
Telalu sering membicarakan kehidupan dan aktivitas pribadi di situs jejaring sosial bisa saja mempengaruhi kondite Anda di perusahaan.

6. Memposting gambar "aneh"
Caitlyn Davis, seorang karyawan sebuah perusahaan di Amerika Serikat dipecat gara-gara foto di akun Facebook-nya yang menampilkan jari tengahnya mengacung dengan kulit yang ditutupi gambar-gambar "aneh".


Sumber : tempointeraktif

5 Ancaman Cyber 2010 yang Masih Mengintai


Berbagai ancaman cyber marak terjadi sepanjang 2010, beberapa di antaranya malah melibatkan perusahaan besar seperti Google dan Facebook. Berikut adalah lima ancaman yang dikutip detikINET dari PC World, Selasa (28/12/2010).

Ancaman via Google Street View
Layanan Google yang bertajuk Street View, ternyata juga diklaim memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh para cracker. Konon, data yang keluar masuk melalui aplikasi tersebut tidak terenkripsi dengan baik sehingga membuka peluang untuk pencurian email dan password.

Serangan 'Domba Api'
Menggunakan Wi-fi publik yang tidak terenkripsi menjadi salah satu hal yang patut diwaspadai. Pasalnya, ada sebuah add-ons khusus untuk Firefox bertajuk Firesheep yang memungkinkan pencurian data melalu akses hotspot.

Mobile Malware
Serangan malware pada ponsel pintar kini semakin ganas dan patut diwaspadai. Bahkan menurut Kaspersky, di Rusia kerugian akibat malware mencapai USD 500 ribu tiap bulannya di sepanjang 2010.

Pengintai di Facebook
Tak dipungkiri lagi jika banyak dedemit maya yang coba menyerang para pengguna Facebook, salah satunya dengan cara membuat aplikasi yang menarik di situs jejaring sosial paling tersohor tersebut.

Selain melalui aplikasi, bocornya data melalui Facebook juga bisa terjadi melalui iklan. Ketika pengguna mengklik sebuah iklan, bisa jadi secara otomatis tautan web tersebut mengirimkan unique id yang berisikan detail informasi seperti agama, jenis kelamin, hobi, dan lainnya.

Layanan Berbasis Lokasi
Layanan berbasis lokasi seperti Facebook Places, Foursquare, dan Gowalla memungkinkan pengguna menginformasikan keberadaan mereka dan aktifitas yang telah dilakukan. Waspadalah, ini memungkinkan seseorang untuk melacak keberadaan Anda secara diam-diam.


Sumber : detikinet

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Informasi Aktual - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger